Posts

Showing posts from November, 2016

AYAH

Hai Ayah Kulihat keriput sudah memenuhi wajahmu Warna uban yang kontras semakin menunjukkan kilaunya Hai Ayah, Kau tahu? anak perempuanmu begitu mencintaimu Merindukanmu Ayah Kau ingat? Kau berikan aku segalanya Kau perlakukan aku bagaikan putri disetiap harimu Kau berikan aku surga di dunia Hai Ayah, Kapan terakhir aku memelukmu? Kapan terakhir kali aku di gendong dipangkuanmu? Aku rindu Ayah Ayah Ketahuilah Aku sangat mencintaimu Aku selalu berdoa untukmu Disetiap tetes keringat yang mengalir ditubuhmu, semoga menjadi surga Surga yang selalu aku dambakan untukmu Maafkan aku ayah Aku belum bisa jadi wanita solehah untuk Ayah Menjaga auratku, agar Ayah terhindar dari neraka Maafkan aku Ayah Belum bisa menjaga akhlaku, lidahku, pakaianku yang kelak kau akan ikut mempertanggung jawabkannya Doakan aku Ayah Aku akan berusaha sekuat tenaga Bahagiakan Ayah Bahagiakan Ibu Ku sadar, betapa banyak pengorbanan kalian Hingga sekarang aku tak bisa membalasnya Doakan aku Ayah, Ibu Tuk menjadi...

Manusia Normal

Kau tahu? setiap manusia di kodratkan sama Semuanya normal Betapa adilnya Tuhan Tak menampakkan dirinya dihadapan manusia Karena jika Ia tampakkan Justru tidak adil bagi orang buta Jika Ia bisa didengar Tidak adil bagi orang tuli Tuhan tampakkan sosoknya tanpa pamrih Ia ada dimanapun, tanpa harus diberitahu Kau tahu? betapa tuhan sangat menyayangi kita sebagai manusia Ia berikan segala kenikmatan Namun manusia abaikan Lantas pantaskah kamu mengeluh saat kau dihianati meski hanya setitik? Lantas pantaskah kau keluhkan penghianatan yang dibuat oleh manusia itu sendiri kepada Tuhan? Cukup jalani apa yang sudah Ia tuliskan Berikan yang terbaik Dan bersyukur sebanyak banyaknya Karena kita semua Manusia normal

intro

In the end, we realize that we're merely looking for something to numb the pain, something to kiss all the worry and doubts away; an addiction. Sometimes it's drug, but most of the time it's a person. neither way, we're not actually attached to the form; we're imprisoned to the feelings it gave us. Drugs addict don't often say that they miss cocaine because it's shaped as cocaine, no. They miss the sensation. They miss the feelings when they were on it. They crave it so much because for a while, their world was elevated to a new realm; a hallucination; an escape from the madness of reality. Same goes to when we get addicted to a person. We often think that we miss the person with all the vivid details and the features, especially once they were gone. But we fail to realize that we actually miss the feeling of having someone to fill the gap in our somehow-incomplete soul. We long for the warmth. But we choose to put it aside and keep saying that...