AYAH
Hai Ayah
Kulihat keriput sudah memenuhi wajahmu
Warna uban yang kontras semakin menunjukkan kilaunya
Hai Ayah,
Kau tahu? anak perempuanmu begitu mencintaimu
Merindukanmu
Ayah
Kau ingat?
Kau berikan aku segalanya
Kau perlakukan aku bagaikan putri disetiap harimu
Kau berikan aku surga di dunia
Hai Ayah,
Kapan terakhir aku memelukmu?
Kapan terakhir kali aku di gendong dipangkuanmu?
Aku rindu Ayah
Ayah
Ketahuilah
Aku sangat mencintaimu
Aku selalu berdoa untukmu
Disetiap tetes keringat yang mengalir ditubuhmu, semoga menjadi surga
Surga yang selalu aku dambakan untukmu
Maafkan aku ayah
Aku belum bisa jadi wanita solehah untuk Ayah
Menjaga auratku, agar Ayah terhindar dari neraka
Maafkan aku Ayah
Belum bisa menjaga akhlaku, lidahku, pakaianku yang kelak kau akan ikut mempertanggung jawabkannya
Doakan aku Ayah
Aku akan berusaha sekuat tenaga
Bahagiakan Ayah
Bahagiakan Ibu
Kulihat keriput sudah memenuhi wajahmu
Warna uban yang kontras semakin menunjukkan kilaunya
Hai Ayah,
Kau tahu? anak perempuanmu begitu mencintaimu
Merindukanmu
Ayah
Kau ingat?
Kau berikan aku segalanya
Kau perlakukan aku bagaikan putri disetiap harimu
Kau berikan aku surga di dunia
Hai Ayah,
Kapan terakhir aku memelukmu?
Kapan terakhir kali aku di gendong dipangkuanmu?
Aku rindu Ayah
Ayah
Ketahuilah
Aku sangat mencintaimu
Aku selalu berdoa untukmu
Disetiap tetes keringat yang mengalir ditubuhmu, semoga menjadi surga
Surga yang selalu aku dambakan untukmu
Maafkan aku ayah
Aku belum bisa jadi wanita solehah untuk Ayah
Menjaga auratku, agar Ayah terhindar dari neraka
Maafkan aku Ayah
Belum bisa menjaga akhlaku, lidahku, pakaianku yang kelak kau akan ikut mempertanggung jawabkannya
Doakan aku Ayah
Aku akan berusaha sekuat tenaga
Bahagiakan Ayah
Bahagiakan Ibu
Ku sadar, betapa banyak pengorbanan kalian
Hingga sekarang aku tak bisa membalasnya
Hingga sekarang aku tak bisa membalasnya
Doakan aku Ayah, Ibu
Tuk menjadi kebanggaan
Dan menjadi penyelamatmu dunia akhirat
dari anak perempuan mu
Kristiawati
yang saat itu berusia 19 tahun
Comments