Dear My Future Husband


Hi! Let me introduce my self to you. My name is Kristiawati, now i’m 22 yo. Okey, saat aku nulis ini aku sudah lulus kuliah dan wisuda sekitar satu bulan yang lalu. Kamu, my future husband harus bangga lho sama aku. Selain bisa sidang dan wisuda sesuai dengan target, aku juga berhasil untuk berusaha (setidaknya) menjaga diriku dengan baik. Sejak hari pertama menjadi mahasiswa hingga yudisium aku mempertahankan predikat jomblo ku hanya untuk anda, nggak deng! Aku jomblo karna aku ingin taat sama Rabb ku. Supaya seluruh badanku bisa terhindar dari sidik jari lelaki yang bukan mahromnya, supaya hati dan pikiranku hanya digunakan untuk menuntut ilmu, supaya uangku hanya habis digunakan untuk kebutuhan primer, supaya waktuku habis untuk kebaikan kebaikan saja dan tentunya supaya aku bisa memberikan yang terbaik untukmu setelah waktunya tiba nanti.
Kamu juga harus tahu, kalau aku sudah beberapa tahun ini aku menarik diri dari sosial media, aku coba mengurangi foto profilku di sosial media, menghapus foto lamaku yang belum berhijab, sikat habis foto di feed instagram dan facebook dan last aku hapus akun beberapa sosmed yang nggak ada faedahnya. Hal itu supaya dosa jariahku berkurang, nggak gila like and love in social media, nggak merasa tertekan kalo udah beberapa bulan nggak upload dan menghilangkan beberapa sumber riya, karna aku ngerasa gak semua orang bisa ngerasain apa yang aku rasain, terus balik lagi, supaya hanya kamu yang bisa menikmati kecantikanku, yang sudah jelas akan menambah cinta dan pahala. Semua kembali lagi, bahwa aku ingin benar benar taat kepadamu, dan juga kepada rabbku.
Aku sering galau juga lho, ! kalo aku ngalamin kejadian yang menyedihkan kadang aku suka pengen cepet cepet ketemu kamu, biar ada yang nenangin sambil peluk,eh! Hehehe. Begitu juga kalo lagi bahagia, suka kangen aja pengen cerita sama kamu. Tapi karena aku sendiripun gatau kamu siapa, jadi aku akan menyimpan dengan baik semua cerita-cerita selama aku belum bertemu denganmu, supaya kelak aku bisa puas dan leluasa ceritakan semuanya. Akan aku simpan semuanya hanya untuk kamu, entah kejadian super bahagia hingga super derita, aku abadikan dalam satu atau dua jepretan kamera hp supaya ketika kamu nanya “ini foto apa?” aku bisa kepancing buat cerita, dan kelak ketika kita gabut aku bisa ngoceh sepuasnya cerita tentang satu sesi dalam hidup yang harus kamu dengar dengan baik. Mudah-mudahan kamu mau mendengar dan mengerti bahwa aku benar benar ingin kamu tau seluk beluk hidupku.
Dear you, aku tau pernikahan itu sebuah pekerjaan seumur hidup. Banyak hak dan kewajiban, banyak peran yang akan dilalui sehingga banyak orang yang berdalih tak siap bahkan ketika kesempatan itu sudah didepan mata. Namun, kalau kita menunggu untuk siap, harus sampai kapan pasanganmu menunggu? Bukankah ketika kesempatan itu datang pertanda Allah sudah tahu bahwa kita siap, namun kitanya saja yang mencap diri untuk tidak mampu. Satu hal yang harus kamu tahu, ada atau tidak kesempatan itu, setidaknya kita tetap harus mempersiapkannya dengan baik, menyiapkan kemampuan untuk menjadi kepala rumah tangga, skill mengatur keuangan, mengatur emosi bahkan ilmu parenting pun harus kita pelajari sebagai bekal. Jadi, ketika Allah telah menghendaki mu untuk segera menikah, tidak ada alasan untuk tidak siap karena kamu telah berikhtiar untuk mempersiapkannya, banyak atau sedikit tidak masalah.
Dear my future husband, sekarang kita sudah sampai pada usia matang untuk menikah, dan aku sudah mulai resah dan penasaran kapan kita akan dipertemukan, dengan siapa aku dipertemukan, dimana kita bertemu, akan seperti apa bentuk pernikahan dan rumah tangga kita, bagaimana dengan keluargamu, seluruh pertanyaan itu sudah aku lahap dengan baik ketika pikiranku kosong. Dan tak jarang aku khawatir bahwa kamu sekarang sedang sibuk menjaga dan mencintai jodoh orang, atau bahkan kamu sedang sibuk menebar benih benih cinta kepada beberapa wanita, astagfirullah. Semoga kamu tidak seperti itu, ya!. Karena aku yakin perempuan yang baik akan dipertemukan dengan laki-laki baik. Maka yang bisa aku lakukan saat ini adalah hanya berusaha untuk menjadi perempuan yang baik, berharap kebaikanku bisa menjadi kebiasaan hingga mendarah daging kemudian dengan rahmanMu aku dipertemukan pula dengan orang yang baik, atau bahkan lebih baik dariku supaya bisa melengkapi kekuranganku yang lain. Kemudian dua orang baik ini akan melahirkan keturunan-keturunan yang baik pula, yang taat dan takwa kepada tuhannya. Karena aku sadar tak mampu merubah dunia atau merubah sebuah sistem tapi setidaknya aku mampu untuk memulai melahirkan keturunan membawa kebaikan untuk umat, sebagai bekal dunia akhiratku.
Jika aku sedang berada di lingkungan kajian, aku selalu berdoa semoga kamupun selalu berkumpul dengan orang-orang yang mencintai majelis ilmu. Jika aku sedang kesulitan dan dibantu oleh orang lain, aku berdoa semoga kamupun selalu dilindungi Allah dari marabahaya sebagaimana Allah yang selalu melindungiku. Jika aku sedang melihat laki-laki bergerombol dipinggir jalan, kuharap kamu sedang berada pada kegiatan yang membawa kebaikan, dan ketika diperjalanan kulihat sepasang manusia sedang asik bercengkrama, kemudian wanita itu dengan polosnya memeluk pasangannya dari belakang hatiku miris, hatiku menjerit dan berdoa semoga kamu tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelum bertemu denganku.  
Last, dari semua unek-unek ini intinya aku hanya ingin berpesan untuk tidak pernah bosan menjadi orang baik, berbuat baik dan melakukan semuanya yang terbaik, selalu jaga diri dan kesehatan. semoga kita senantiasa dilindungi dan dijauhkan dari berbagai keburukan dunia. Semoga kelak kita bisa membina rumah tangga yang sakinah, mawadah, warahmah serta selalu dalam ridho Allah, bisa memiliki keturunan keturunan yang soleh soleha sebagai bekal kita untuk mencapai surga Allah. Aamiin yarabbal alamin J

Comments

Popular posts from this blog

BucketList Birthday #Part 11 - 28 Hal yang aku syukuri karena telah lahir di dunia

Bucketlist Part 1 : 28 Hadiah terbaik yang aku terima dari orang orang disekitarku