Menjadi yang Terbaik
Aku berusaha tegar. atau pura-pura tegar. bersikap seolah semua berjalan apa adanya dan baik baik saja. katanya, life is about managing expectation. ketidak-bahagiaan hadir karena apa yang kita dapat tak sesuai ekspetasi kita. seperti seorang pedagang sayur di pasar yang sejak pagi sekali berharap bisa menjual seratus ikat bayam, namun ternyata yang terjual hanya tujuh puluh. barangkali ia akan kecewa. sebaliknya, seorang anak yang tak pernah berharap mendapat peringkat atas ketika kenaikan kelas, tak'kan sedih hatinya ketika ia ada di peringkat bontot.
tak ada yang lebih menyedihkan dari ekspetasi yang tak tercapai. se-menyedihkan cinta yang ternyata tak berbalas--kekhawatiran yang terus menghantui hari-hariku kemudian.
bagaimanapun, aku adalah bagian dari golongan manusia. makhluk yang selalu merasa bahwa mereka hanyalah budak waktu dan begitu mudahnya percaya waktu punya kerendahan hati yang cukup untuk berpihak pada mereka. akupun begitu, aku pasrahkan semua padanya, seolah aku tak bisa apa-apa. lantas dengan nada sok bijak aku berkata:"biar waktu yang menjawab."
padahal waktu bisu,tak bisa berucap apa-apa, apalagi mendekatkan dua manusia. apakah aku setidak berdaya itu? hanya bisa termangu melihat waktu berlalu, sambil menanti dan bertanya tanya "apa yang akan terjadi selanjutnya?"
kamu percaya, kan? bahwa suatu hari nanti, akan ada yang mencintaimu tanpa berpura-pura. padamu, ia menghormati dengan menikahi, ia memuliakan dengan pernikahan.
kamu percaya, kan? bahwa suatu hari nanti, saat kau lelap tidur, ada sosok berkopiah dan berbaju koko membangunkan tidurmu itu dengan usapan halus. saat kamu mengocek ngocek mata, wajah itu terlihat begitu teduh dengan senyum halus yang kulitnya berembun karena berwudhu. sosok itu berkata padamu, "sayang bangun, sholat yuk!"
kamu percaya, kan? suatu hari nanti, ada si kecil yang digendong oleh lelaki gagah, lelaki itu bahkan seperti bocah, ia main kuda-kudaan dengan anaknya itu. lalu kamu, ditarik oleh lelaki itu seraya berkata. "sayang, ayo ikut main bersama anak kita..."
kamu percaya, kan? suatu hari nanti, saat kamu menua, ada sosok berkacamata seusiamu yang menjadi teman ngobromu didepan teras rumah. ia berkata"sayang, moga kita tetap bersama ya hingga ke surgaNya."
kamu percaya, kan? bahwa lelaki yang baik diperuntukkan bagi perempuan baik?
jadi, kau sudah tahu kan apa yang mesti dilakukan sekarang? Ya, berusaha menjadi perempuan baik. berikhtiar dengan cara yang baik, agar bertemu ditempat yang baik pula.
semoga Allah segera mempertemukan ya.
tulisan karya Aby A. Izzuddin
tak ada yang lebih menyedihkan dari ekspetasi yang tak tercapai. se-menyedihkan cinta yang ternyata tak berbalas--kekhawatiran yang terus menghantui hari-hariku kemudian.
bagaimanapun, aku adalah bagian dari golongan manusia. makhluk yang selalu merasa bahwa mereka hanyalah budak waktu dan begitu mudahnya percaya waktu punya kerendahan hati yang cukup untuk berpihak pada mereka. akupun begitu, aku pasrahkan semua padanya, seolah aku tak bisa apa-apa. lantas dengan nada sok bijak aku berkata:"biar waktu yang menjawab."
padahal waktu bisu,tak bisa berucap apa-apa, apalagi mendekatkan dua manusia. apakah aku setidak berdaya itu? hanya bisa termangu melihat waktu berlalu, sambil menanti dan bertanya tanya "apa yang akan terjadi selanjutnya?"
kamu percaya, kan? bahwa suatu hari nanti, akan ada yang mencintaimu tanpa berpura-pura. padamu, ia menghormati dengan menikahi, ia memuliakan dengan pernikahan.
kamu percaya, kan? bahwa suatu hari nanti, saat kau lelap tidur, ada sosok berkopiah dan berbaju koko membangunkan tidurmu itu dengan usapan halus. saat kamu mengocek ngocek mata, wajah itu terlihat begitu teduh dengan senyum halus yang kulitnya berembun karena berwudhu. sosok itu berkata padamu, "sayang bangun, sholat yuk!"
kamu percaya, kan? suatu hari nanti, ada si kecil yang digendong oleh lelaki gagah, lelaki itu bahkan seperti bocah, ia main kuda-kudaan dengan anaknya itu. lalu kamu, ditarik oleh lelaki itu seraya berkata. "sayang, ayo ikut main bersama anak kita..."
kamu percaya, kan? suatu hari nanti, saat kamu menua, ada sosok berkacamata seusiamu yang menjadi teman ngobromu didepan teras rumah. ia berkata"sayang, moga kita tetap bersama ya hingga ke surgaNya."
kamu percaya, kan? bahwa lelaki yang baik diperuntukkan bagi perempuan baik?
jadi, kau sudah tahu kan apa yang mesti dilakukan sekarang? Ya, berusaha menjadi perempuan baik. berikhtiar dengan cara yang baik, agar bertemu ditempat yang baik pula.
semoga Allah segera mempertemukan ya.
tulisan karya Aby A. Izzuddin
Comments