Berhenti Sejenak
Hari Jumat, 30 Juni 2023 aku kembali. Maaf karena sudah terlalu lama tidak menyapa. Hari ini, usiaku sudah lebih dari dua puluh enam tahun. Kurang lebih empat tahun setelah hari kelulusanku. Aku benar-benar dibuat lupa bahwa sebenarnya kehidupan baru saja dimulai. Seharusnya, aku mulai merencanakan apa yang aku cita-citakan, menyusun strategi untuk mencapainya dan meng-eksekusi goals itu menjadi kenyataan. Tetapi sayangnya itu sudah terlambat.
Pikiran dan ambisiku mulai tidak
terkendali. Berbagai saran, komentar, asumsi, doktrin, bahkan sekedar tweet orang
yang tidak dikenal-pun sangat mempengaruhi-ku saat itu. Hal itu terus berlanjut
sampai bertahun-tahun. Aku frustasi, merasa gagal, merasa dunia tidak adil dan merasa aku seharusnya
lebih hebat dari pencapaian orang-orang. Pada akhirnya aku terbelit pikiranku
sendiri, tidak tahu apakah ini benar atau salah. Aku terus bertanya dan
bertanya tanpa tahu jawabannya.
Mungkin jika ada orang yang
diberikan kesempatan untuk melihatku saat itu, pasti akan tertawa sambil geleng-geleng
kepala. Menangis dan merengek kepada Tuhan tanpa tau apa yang aku butuhkan
sebenarnya, tanpa mengerti apa maksud dibalik semua kejadian yang sudah aku
alami, terus gelisah, khawatir dan takut semua yang aku khawatirkan akan terjadi.
Terus-menerus bertanya mengapa diriku jadi seperti ini, berharap aku bisa menemukan
sesesorang yang mampu menjelaskan dan menenangkanku namun kenyataannya tidak
ada. Maha pengasihnya Tuhan yang telah memberikan aku hidup hingga sekarang, padahal
aku sudah kufur nikmat yang begitu besar. Astagfirullah.
Jika saat itu aku mau sedikit saja
“berhenti sejenak” dari hiruk pikuk ke-egoisan pikiran. Hanya untuk sekedar menikmati hari yang sedang
aku lalui, tentang apa tujuan aku hidup, apa yang sudah Tuhan karuniakan kepadaku,
apa yang sudah aku berikan kepada orang disekitar, aku rasa itu sudah cukup
menjadi jawaban sekaligus obat untukku. Semoga saja, tidak ada kata terlambat
untuk sekedar berhenti sejenak bagi kita semua.
Berhenti sejenaklah kapanpun kamu
merasa lelah dan kebingungan tentang hidup. Lihat apa yang sudah kamu lalui,
apa saja yang telah pergi dan apa yang baru saja datang padamu. Maafkanlah kesalahan
dirimu sendiri dan cobalah untuk menjalani hari dengan penuh rasa syukur. Anggaplah
masalah yang sedang kamu hadapi sebagai hal kecil bagi Tuhan-mu. Tugasmu hanya menerima
apapun takdirnya, menjalaninya, mencari jalan keluar lalu memasrahkan kepada Tuhan.
Selebihnya biarkan menjadi urusan Tuhan. Kemudian pikirkanlah begitu banyak
nikmat yang sudah Tuhan berikan padamu. Jika kamu tidak tahu, biar aku beritahu
nikmat tuhan yang harus kamu syukuri adalah kehidupan, kesehatan, fisik yang
sempurna, kemudahan dalam berbuat baik, dikelilingi orang baik, diberikan kesempatan
untuk terus berbuat baik, pekerjaan dan gaji, makanan yang sudah masuk dalam
perutmu dan masih banyak lagi tentunya.
Semoga kita selalu mengingat
tujuan hidup kita didunia dikala sedih dan senang, sehingga apapun masalah yang
sedang kita hadapi akan terasa lebih ringan dan semoga kita diampuni dosa-dosanya
oleh Allah agar kelak bisa berkumpul di surga. Aamiin.
-K-
Comments