Mencintai Takdir



Merencanakan hidup adalah salah satu upaya kita sebagai manusia untuk memanage sumber daya yang kita miliki. Dengan perencanaan yang baik, semua hal yang kita inginkan akan besar peluangnya untuk tercapai. Perencanaan juga membutuhkan analisa dan logika yang tidak main-main lho, kita perlu banyak basic knowledge (pengetahuan dasar) mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan apa yang ingin kita capai. 

Oleh karena itu, sebelum memulai merencanakan, sebaiknya kita belajar mengenai banyak hal dan berbagai aspek. Misalnya belajar tentang kepribadian kita seperti apa, profesi/pekerjaan apa yang kita mau, dengan kepribadian kita saat ini dan profesi yang kita inginkan, apakah berpeluang tercapai, bagaimana cara mencapainya, apa yang harus dipersiapkan, jika terlalu jauh untuk dicapai, adakah pilihan kedua atau akan langsung beralih ke profesi lain? nah itulah kiranya kerangka berpikir dari perencanaan secara individual. Terlihat melelahkan dan membingungkan bukan? tetapi sebenarnya jika kita memiliki tekad, semua yang terlihat melelahkan itu akan terbayar dengan hasil akhir atas pencapaian kita. 

Terlepas dari sempurnanya sebuah perencanaan, ada satu hal penting yang jarang disadari oleh manusia, yaitu sebagai seorang hamba tuhan, kita tidak bisa hanya mengandalkan perencanan hidup kita sendiri. Ingatlah bahwa sebaik-baiknya rencana kita, ketetapan Allah lah yang akan menjadi kenyataan. Kita harus bisa membedakan wilayah kekuasaan Allah dan kekuasaan manusia sehingga bisa mengurangi hal hal yang tidak diinginkan. Kekuasaan kita adalah menentukan apa yang ingin kita capai, berusaha maksimal melewati tahap demi tahapnnya, mengeluarkan segala effort, mengorbankan waktu dan energi juga materi yang mungkin tidak sedikit, mengurangi atau menghindari bahaya atau hal yang berpotensi merugikan, dan lain sebagainya. sedangkan wilayah kekuasaan Allah adalah menentukan dan menetapkan hasil ikhtiar yang kita lakukan selama ini. 

Jadi, jika selama ini kamu merasa telah maksimal dalam berupaya, kemudian hasil yang kamu terima tidak sesuai keinginan, itu sama sekali bukan salahmu, bukan salah upayamu., Hasil yang terjadi adalah kekuasaan Allah yang tidak bisa kamu nego, kamu lawan, atau kamu ubah, ibaratnya kamu ini hamba, ngapain ikut campur urusan Tuhan semesta alam. 

Meskipun begitu, percayalah gak ada yang sia sia, termasuk perjuanganmu. Ingatlah bahwa "Allah sesuai prasangka hamba nya". Jadi, berprasangka baiklah terhadap semua hal yang terjadi ya, bisa jadi, Allah hancurkan rencanamu sebelum rencana yang menghancurkanmu. Setidaknya kamu sudah berusaha maksimal, kamu tidak akan pernah menyesal karena tidak mengusahakannya. Kalau Allah tidak ridho, apa yang bisa kamu banggakan atas pencapaianmu itu?

Jika kamu merasa doa - doa mu tak kunjung dijawab, bertahanlah sampai hari esok. jika besok telah datang maka ucapkan lagi kalimat itu. Jangan cepat putus asa ya, karena Allah tidak pernah tidur, tau waktu yang tepat untuk mengabulkan doa-doa mu, tau yang terbaik untukmu, Allah sayang padamu, lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri. 

Jalani hidupmu dengan baik ya, sekalipun takdir membawamu ke tempat yang tidak kamu inginkan, membuatmu lelah dalam penantian doa-doa yang tak kunjung terkabulkan. Dimanapun Tuhan menempatkanmu, sayangi dan cintai takdirmu, karena tugas kita di dunia hanya untuk ibadah, sisanya adalah mengisi waktu luang. 




Comments

Popular posts from this blog

BucketList Birthday #Part 11 - 28 Hal yang aku syukuri karena telah lahir di dunia

Bucketlist Part 1 : 28 Hadiah terbaik yang aku terima dari orang orang disekitarku

Dear My Future Husband